ruangdoaislami.com – Menjenguk dan mendoakan orang yang sedang sakit adalah bentuk perhatian yang dianjurkan dalam Islam. Ketika melihat seorang perempuan, baik itu ibu, istri, saudara, maupun sahabat yang sedang diuji dengan sakit, kadang kala kita merasa bingung harus berkata apa. Padahal, Rasulullah ﷺ telah mengajarkan berbagai doa khusus yang bisa menjadi penguat dan permohonan kesembuhan kepada Allah Ta’ala.
Mengucapkan kalimat penyemangat seperti “semoga lekas sembuh” tentu tidak dilarang, namun melengkapinya dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi tentu jauh lebih utama. Doa bukan sekadar rangkaian kata, melainkan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kesembuhan.
Doa Utama dari Rasulullah ﷺ
Doa paling populer yang diriwayatkan dari Rasulullah ﷺ saat menjenguk orang sakit adalah:
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقَمًا
“Allahumma Rabbannasi, adzhibil ba’sa, isyfi anta asy-syaafi, laa syifaa’a illa syifaa’uka, syifaa’an laa yughaadiru saqaman.”
Baca Juga: Doa Ziarah Kubur Orang Tua: Bacaan Arab, Latin, Arti, dan Amalan Setelah Wafat
Artinya: “Ya Allah, Tuhan segala manusia, hilangkanlah kesusahan ini, sembuhkanlah dia. Engkaulah Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
Doa ini menegaskan bahwa hanya Allah Yang Maha Penyembuh. Adapun obat, dokter, dan tenaga medis hanyalah perantara dalam ikhtiar penyembuhan.
Doa Singkat untuk Perlindungan
Saat menjenguk dan hanya memiliki waktu sebentar di samping ranjang pasien, kita juga dapat membaca doa yang lebih singkat berikut ini:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. بِسْمِ اللهِ الكَبِيرِ، أَعُوذُ بِاللهِ العَظِيمِ مِنْ شَرِّ كُلِّ عِرْقٍ نَعَّارٍ وَمِنْ شَرِّ حَرِّ النَّارِ.
“Bismillahi ar-rahmani ar-rahim. Bismillahi al-kabir, a’udzu billahi al-‘adzim min syarri kulli ‘irqin na’aar wa min syarri harrin naar.”
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dengan nama Allah Yang Maha Besar, aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari keburukan setiap urat yang mengalir (penyakit) dan dari keburukan panas neraka.”
Doa Malaikat Jibril untuk Orang Sakit
Terdapat pula riwayat mengenai doa yang pernah dibaca oleh Malaikat Jibril saat meruqyah sahabat Nabi yang sedang sakit:
Baca Juga: Doa Rabu Wekasan Lengkap: Arab, Latin, Terjemahan, dan Tata Caranya
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Latin: Allahumma isyfi Sa’dan, Allahumma isyfi Sa’dan, Allahumma isyfi Sa’dan.
Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’dan (nama pasien).”
Doa ini bersifat fleksibel. Kata “Sa’dan” dapat diganti dengan nama perempuan yang sedang sakit, misalnya “Fatimah”, “Aisyah”, atau nama lainnya, dan diulang sebanyak tiga kali dengan penuh khusyuk.
Doa dari Al-Qur’an
Selain hadis, Allah SWT juga merekam doa Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Qur’an pada Surah Asy-Syu’ara ayat 80:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Baca Juga: Kumpulan Doa-doa Khusus & Mustajab
“Wa idzaa maridtu fa huwa yasyfiin.”
Artinya: “Dan apabila aku sakit, Dialah (Allah) yang menyembuhkan aku.”
Ayat ini menjadi pengingat yang menenangkan, terutama bagi seorang perempuan yang sering kali memikul peran ganda di rumah maupun di luar. Bahwa di balik segala bentuk ikhtiar medis, kesembuhan mutlak datang dari Allah SWT.
Adab dan Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menjenguk
- Menyebutkan nama pasien secara langsung saat berdoa agar terasa lebih personal dan penuh perhatian.
- Memberikan dukungan moril dan ketenangan batin, karena stres dapat memperlambat proses pemulihan fisik.
- Menjaga adab bertamu, tidak terlalu lama duduk jika kondisi pasien masih membutuhkan banyak istirahat.
Menggabungkan ikhtiar medis modern dengan doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ adalah wujud tawakal yang utuh. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi washilah kesembuhan dan keberkahan bagi mereka yang sedang diuji. Wallahu a’lam bishawab.







