ruangdoaislami.com – Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam penanggalan Hijriah yang sering kali dikaitkan dengan berbagai mitos di kalangan masyarakat. Secara bahasa, kata Safar memiliki arti kosong atau kuning. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang sering meninggalkan rumah mereka hingga kosong untuk melakukan perjalanan atau menyerang musuh. Ada pula pendapat lain yang menyatakan bahwa Safar merujuk pada sejenis angin dengan hawa panas yang dapat menyerang bagian perut hingga menyebabkan seseorang jatuh sakit.
Pada masa jahiliah, masyarakat Arab memiliki anggapan bahwa bulan Safar adalah waktu yang penuh dengan keburukan, kesialan, dan bencana. Namun, pandangan tersebut sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam syariat Islam, seluruh bulan pada dasarnya berkedudukan baik dan tidak ada satu pun bulan yang membawa kesialan secara alami.
Rasulullah SAW secara tegas membantah keyakinan keliru mengenai kesialan bulan ini melalui sebuah hadits sahih:
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad).
Untuk mengisi bulan ini dengan kegiatan yang produktif dan bernilai ibadah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan sunnah. Berikut adalah beberapa amalan mulia yang bisa dikerjakan selama bulan Safar untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT:
Baca Juga: Panduan Hari Tasyrik 2026: Jadwal, Amalan, dan Larangan Puasa
1. Memperbanyak Sedekah
Sedekah merupakan salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan untuk dilakukan kapan saja, termasuk pada bulan Safar. Melalui sedekah, seorang Muslim tidak hanya membantu meringankan beban sesama, tetapi juga membersihkan harta dan jiwa dari sifat kikir. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits:
“Setiap yang baik itu sedekah.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah).
Sedekah tidak selalu harus berupa materi yang besar. Segala bentuk kebaikan yang dilakukan dengan tulus, mulai dari memberikan senyuman, membantu urusan orang lain, hingga membagikan makanan, dinilai sebagai sedekah di hadapan Allah SWT.
2. Menjalankan Puasa Sunnah
Ibadah puasa sunnah menjadi sarana yang sangat efektif untuk melatih kedisiplinan spiritual dan menahan hawa nafsu. Di bulan Safar, umat Muslim dapat merutinkan puasa sunnah seperti puasa Senin dan Kamis. Selain itu, ada juga anjuran untuk melaksanakan puasa sunnah Ayyamul Bidh yang jatuh setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Puasa ini memberikan kesempatan bagi setiap Muslim untuk meraih pahala melimpah sekaligus menjaga kesehatan fisik.
3. Membaca Doa Bulan Safar
Meskipun tidak ditemukan tuntunan doa khusus yang secara spesifik diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk bulan Safar, umat Muslim tetap dianjurkan untuk berdoa memohon perlindungan dari segala keburukan. Terdapat sebuah doa yang bersumber dari riwayat Abdullah bin Amr RA ketika beliau ditanya oleh para sahabat mengenai cara agar terhindar dari segala bentuk kesialan (thiyarah). Doa ini telah dishahihkan oleh Al Albani dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah:
اللَّهُمَّ لاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ وَلاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Baca Juga: Panduan Malam Lailatul Qadar: Perkiraan Waktu, Keutamaan, dan Amalan Sesuai Sunnah
“Allahumma laa khaira illa khairuka wa laa thaira illa thairuka wa laa ilaaha ghairuka”
Artinya: “Wahai Allah, tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Mu, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang engkau takdirkan dan tidak ada sembahan selain-Mu.” (HR Ahmad).
4. Menjaga dan Meningkatkan Ibadah Rutin
Bulan Safar seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat konsistensi dalam beribadah. Umat Muslim dianjurkan untuk tetap menjaga sholat fardhu tepat waktu dan mengiringinya dengan sholat sunnah rawatib. Selain itu, menghidupkan malam hari dengan sholat tahajud, sholat witir, serta melaksanakan sholat duha di pagi hari sangat baik dilakukan demi menjaga kestabilan iman dan ketenangan hati.
5. Memperbanyak Doa dan Zikir
Mengingat Allah SWT melalui zikir dan doa adalah amalan yang universal dan dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu. Aktivitas ini berfungsi sebagai perisai spiritual bagi seorang Muslim agar senantiasa berada dalam lindungan-Nya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al Ahzab ayat 41-42:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا ﴿٤١﴾ وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
Baca Juga: Panduan Ibadah Itikaf di Masjid: Pengertian, Hukum, Syarat, dan Amalan
Dengan memperbanyak zikir pagi dan petang, seorang hamba akan merasakan kedamaian jiwa serta terhindar dari rasa cemas yang berlebihan terhadap mitos-mitos kesialan.
6. Melaksanakan Sholat Tolak Bala
Sebagian masyarakat Muslim mengenal adanya amalan sholat tolak bala yang dilaksanakan sebanyak dua rakaat pada bulan Safar. Perlu dipahami bahwa secara spesifik tidak ditemukan dalil yang tegas dalam Al-Qur’an maupun hadits shahih yang menganjurkan pelaksanaan sholat tolak bala khusus untuk bulan Safar.
Kendati demikian, para ulama yang memperbolehkan amalan ini menjelaskan bahwa ibadah tersebut dapat diniatkan sebagai sholat sunnah mutlak atau sholat hajat. Tujuannya semata-mata untuk memohon keselamatan, perlindungan, dan dijauhkan dari segala musibah oleh Allah SWT, tanpa meyakini adanya kesialan bawaan dari bulan Safar itu sendiri.







