ruangdoaislami.com – Hari Tasyrik merupakan rangkaian hari istimewa dalam kalender Hijriah yang jatuh tepat setelah perayaan Idul Adha di bulan Zulhijah. Dalam tradisi Islam, hari-hari ini bukan sekadar waktu santai pasca-lebaran, melainkan periode yang memiliki kedudukan khusus karena di dalamnya terdapat berbagai anjuran ibadah sekaligus larangan tertentu yang wajib dipahami oleh setiap Muslim.
Memahami Pengertian Hari Tasyrik
Secara etimologis, kata tasyrik berasal dari bahasa Arab yusyrikun yang berarti menjemur. Penamaan ini merujuk pada tradisi masyarakat pada masa lampau yang menjemur daging kurban di bawah terik matahari untuk dijadikan dendeng agar lebih awet.
Baca Juga: Panduan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal: Niat dan Aturannya
Selain itu, terdapat pendapat lain yang menyebutkan bahwa tasyrik berasal dari kata yusyrik yang bermakna terbit. Hal ini merujuk pada waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang dilakukan saat matahari mulai terbit. Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa Hari Tasyrik adalah tiga hari (11, 12, dan 13 Zulhijah) setelah hari Nahar (10 Zulhijah).
Jadwal Hari Tasyrik Tahun 2026
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah yang dirilis oleh Kementerian Agama RI, Idul Adha 10 Zulhijah 1447 H diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, jadwal Hari Tasyrik 2026 adalah sebagai berikut:
- 11 Zulhijah 1447 H: Kamis, 28 Mei 2026
- 12 Zulhijah 1447 H: Jumat, 29 Mei 2026
- 13 Zulhijah 1447 H: Sabtu, 30 Mei 2026
Larangan Berpuasa di Hari Tasyrik
Salah satu aturan utama yang berlaku pada Hari Tasyrik adalah larangan berpuasa, baik puasa sunnah maupun puasa wajib (seperti qadha Ramadhan). Rasulullah SAW menegaskan bahwa hari-hari ini adalah waktu untuk merayakan nikmat Allah melalui makanan dan minuman.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hudzafah untuk berkeliling Mina dan berseru:
Baca Juga: Panduan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Niat, Jadwal 8-9 Dzulhijjah, dan Keutamaannya
"Janganlah kalian berpuasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad).
Amalan Utama Selama Hari Tasyrik
Meski dilarang berpuasa, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah lainnya guna meraih keberkahan. Berikut adalah beberapa amalan yang disunnahkan:
1. Memperbanyak Takbir dan Zikir
Umat Islam dianjurkan untuk terus mengumandangkan takbir setiap selesai shalat fardu maupun dalam aktivitas sehari-hari di pasar atau rumah. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 203 yang memerintahkan hamba-Nya untuk berzikir pada "hari yang terbilang" (Hari Tasyrik).
2. Melaksanakan Ibadah Kurban
Bagi mereka yang belum sempat menyembelih hewan kurban pada tanggal 10 Zulhijah, penyembelihan masih sah dilakukan pada Hari Tasyrik hingga terbenamnya matahari pada tanggal 13 Zulhijah. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan sebagaimana perintah Allah dalam Surat Al-Kautsar ayat 2: "Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah."
Baca Juga: Panduan Malam Lailatul Qadar: Perkiraan Waktu, Keutamaan, dan Amalan Sesuai Sunnah
3. Menikmati Hidangan sebagai Bentuk Syukur
Makan dan minum pada hari-hari ini bernilai ibadah jika diniatkan untuk mensyukuri nikmat Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT." (HR. Muslim).
Dengan memahami makna dan amalan di Hari Tasyrik, kita dapat mengisi waktu tersebut dengan produktif secara spiritual sembari merayakan kebahagiaan bersama keluarga dan masyarakat melalui pembagian daging kurban.







