ruangdoaislami.com – Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Dinamakan Ayyamul Bidh (hari-hari putih) karena pada malam-malam tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, rembulan bersinar purnama menerangi bumi dengan cahaya putih yang sempurna.
Ibadah ini menjadi sarana detoksifikasi ruhani dan jasmani di setiap pertengahan bulan, sekaligus memiliki pahala pelipatgandaan yang agung laksana berpuasa sepanjang tahun.
1. Dalil dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ
“Kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku dengan tiga amalan yang tidak akan aku tinggalkan sampai mati: berpuasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), mengerjakan dua rakaat shalat Dhuha, dan mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178 & Muslim no. 721)
Baca Juga: Perbedaan dan Persamaan Bacaan Doa Setelah Tayamum dan Doa Wudhu
Adapun pahala berpuasa tiga hari di setiap bulan setara dengan puasa setahun penuh, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
“Puasa tiga hari setiap bulan itu senilai dengan puasa sepanjang tahun (karena satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat).” (HR. Bukhari no. 1979 & Muslim no. 1159)
2. Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa sunnah dianjurkan dibaca pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, sebagaimana kaidah puasa sunnah, jika seseorang terlupa berniat di malam hari dan belum makan, minum, atau melakukan pembatal puasa setelah Subuh, ia boleh berniat di pagi hari.
Berikut lafadz niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil bīdh sunnatan lillāhi ta’ālā.
Baca Juga: Penyebab Doa Belum Terkabul dan Hal-Hal yang Sering Terlewat Saat Berdoa
Artinya: “Saya berniat berpuasa Ayyamul Bidh sunnah karena Allah Ta’ala.”
3. Jadwal Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada:
- Tanggal 13 Hijriah
- Tanggal 14 Hijriah
- Tanggal 15 Hijriah
Catatan Khusus: Pada bulan Dzulhijjah, tanggal 13 Dzulhijjah merupakan bagian dari Hari Tasyrik yang diharamkan berpuasa. Oleh karena itu, di bulan Dzulhijjah, puasa Ayyamul Bidh dapat diganti pada tanggal 14, 15, dan 16 Dzulhijjah, atau cukup berpuasa pada hari-hari yang diperbolehkan.
Untuk melihat konversi tanggal Masehi dan jadwal Ayyamul Bidh bulan ini secara otomatis, Anda dapat merujuk ke Kalender Hijriah & Jadwal Ibadah Sunnah di website kami.
4. Tata Cara dan Adab Berpuasa
- Makan Sahur: Mengakhirkan makan sahur sebelum waktu imsak/adzan Subuh sebagai amalan yang membawa berkah.
- Menjaga Lisan dan Pandangan: Menghindari ghibah, dusta, amarah, dan perkataan sia-sia agar pahala puasa tidak berkurang.
- Menyegerakan Berbuka: Begitu adzan Maghrib berkumandang, disunnahkan membatalkan puasa dengan kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau air putih.
- Membaca Doa Buka Puasa: Berdoa di waktu mustajab menjelang dan saat berbuka puasa.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kita kemudahan dan keistiqamahan dalam mengamalkan sunnah Rasulullah ﷺ di setiap bulannya.







