ruangdoaislami.com – Mengawali dan mengakhiri hari dengan mengingat Allah SWT adalah salah satu kunci utama untuk meraih ketenangan batin di tengah padatnya rutinitas harian. Dzikir pagi dan petang bukan sekadar amalan lisan biasa, melainkan sarana pelindung diri sekaligus wujud kepasrahan utuh seorang hamba kepada Sang Pencipta. Dengan meluangkan waktu sejenak, amalan ini mampu memberikan ketenangan dan ketentraman dari berbagai keburukan serta kecemasan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai keutamaan, waktu pelaksanaan yang tepat, serta daftar bacaan dzikir sesuai sunnah yang dapat Anda jadikan rutinitas harian.
Pentingnya Menjaga Dzikir Pagi dan Petang dalam Keseharian
Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengamalkan dzikir rutin pada waktu pagi dan sore hari. Amalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana agar seorang hamba senantiasa mengingat Allah SWT di setiap langkahnya. Dzikir berfungsi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah serta mendatangkan ketenangan hati.
Perintah untuk senantiasa berdzikir telah dijelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Salah satu landasan utamanya termaktub dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42 yang berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً. وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلاً
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut Nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.”
Waktu Utama Pelaksanaan Dzikir Pagi dan Petang
Berdasarkan panduan dari para ulama dan sunnah Rasulullah SAW, waktu pagi yang paling utama adalah setelah sholat Subuh hingga sebelum matahari terbit. Sementara itu, waktu petang dimulai setelah Ashar hingga sebelum matahari terbenam atau menjelang Maghrib.
Keutamaan waktu-waktu ini ditegaskan dalam sebuah hadits di mana Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Panduan Malam Lailatul Qadar: Perkiraan Waktu, Keutamaan, dan Amalan Sesuai Sunnah
“Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah sholat Subuh hingga matahari terbit lebih aku sukai daripada memerdekakan empat keturunan Nabi Ismail. Sungguh, aku duduk bersama beberapa orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala setelah Ashar hingga matahari terbenam lebih aku sukai daripada memerdekakan empat orang.” (HR Abu Dawud).
Daftar Bacaan Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Sunnah
Berikut adalah urutan bacaan dzikir pagi dan petang yang dapat diamalkan oleh umat Islam secara konsisten:
1. Membaca Ayat Kursi
Ayat ini memiliki kedudukan yang sangat agung dan dianjurkan untuk dibaca sebagai bagian dari dzikir harian.
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ wَّلَا نَوۡمٌؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضัۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.”
2. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Ketiga surat pendek ini dibaca sebanyak 3 kali pada waktu pagi dan 3 kali pada waktu petang.
Surat Al-Ikhlas:
قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدُ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: “Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 1-4)
Baca Juga: Kumpulan Bacaan Dzikir Petang Sesuai Sunnah untuk Perlindungan Diri
Surat Al-Falaق:
قُلۡ اَعُوۡذُ بِرَبِّ الۡفَلَقِۙ. مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ. وَمِنۡ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ. وَمِنۡ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ. وَمِنۡ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ
Artinya: “Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq: 1-5)
Surat An-Nas:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ. مَلِكِ النَّاسِۙ. اِلٰهِ النَّاسِۙ. مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ. الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ. مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
Artinya: “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS. An-Nas: 1-6)
3. Doa Menghadapi Hari
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
Artinya: “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kebaikan pada hari ini dan kebaikan setelahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan setelahnya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan pada hari tua. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan kubur.”
4. Dzikir Kepasrahan Waktu Pagi
اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْنَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Artinya: “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali.”
5. Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya, tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.”
6. Doa Memohon Kesehatan
اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
Artinya: “Ya Allah, selamatkan tubuhku. Ya Allah, selamatkan pendengaranku. Ya Allah, selamatkan penglihatanku. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.”
Baca Juga: Panduan Puasa Asyura dan Tasu’a 9-10 Muharram Sesuai Sunnah
7. Doa Memohon Keselamatan Dunia dan Akhirat
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon ampunan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri, dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku.”
Manfaat Mengamalkan Dzikir Harian
Mengamalkan dzikir pagi dan petang secara konsisten memberikan dampak positif bagi kehidupan seorang muslim. Secara spiritual, amalan ini menghubungkan hamba secara langsung dengan Sang Pencipta. Secara psikologis, bacaan-bacaan tersebut menenangkan pikiran dari kecemasan dan membantu mengawali hari dengan penuh kesadaran.
Dengan meluangkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit setiap setelah Subuh dan Ashar, seseorang dapat membiasakan diri untuk senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap aktivitasnya.
Kesimpulan
Dzikir pagi dan petang adalah amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dengan banyak keutamaan di dalamnya. Dengan mengikuti panduan yang sesuai sunnah, kita dapat menjalankan ibadah dengan baik sekaligus mengharap keberkahan serta perlindungan Allah SWT sepanjang hari.







