Rabu, 30 September 2026 | 18 Rabi‘ul Akhir 1448 H
Portal Rujukan Doa, Dzikir & Panduan Ibadah Shahih

Panduan Puasa Asyura dan Tasu’a 9-10 Muharram Sesuai Sunnah

Redaksi Doa

ruangdoaislami.com – Muharram adalah bulan pembuka tahun baru Islam sekaligus salah satu dari empat bulan haram (mulia) dalam kalender Hijriah. Rasulullah ﷺ menjuluki bulan ini sebagai Syahrullah (Bulan Allah). Amalan sunnah paling utama di bulan Muharram adalah berpuasa pada hari Tasu’a (9 Muharram) dan hari Asyura (10 Muharram).

1. Keutamaan Puasa Asyura (10 Muharram)

Hari Asyura adalah hari bersejarah di mana Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dan kaum Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Sebagai rasa syukur, Nabi Musa berpuasa pada hari tersebut, dan Rasulullah ﷺ memerintahkan umat Islam untuk turut berpuasa.

Rasulullah ﷺ bersabda mengenai pahalanya:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Baca Juga: Panduan Puasa Sunnah 6 Hari di Bulan Syawwal: Niat dan Aturannya

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

2. Mengapa Disunnahkan Berpuasa Tasu’a (9 Muharram)?

Menjelang wafatnya, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ

“Jika aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).” (HR. Muslim no. 1134)

Baca Juga: Panduan Puasa Sunnah Senin dan Kamis: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya

Tujuan berpuasa pada 9 Muharram adalah untuk membedakan diri (menyelisihi) dari ibadah kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada 10 Muharram saja.

3. Bacaan Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tāsū‘ā-a sunnatan lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura (10 Muharram)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Baca Juga: Panduan Puasa Tarwiyah dan Arafah: Niat, Jadwal 8-9 Dzulhijjah, dan Keutamaannya

Nawaitu shauma ‘āsyūrā-a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Mari sambut tahun baru Islam dengan memperbanyak amal kebajikan, bersedekah, dan mengamalkan puasa sunnah di bulan Muharram.

Catatan & Pengingat Kebaikan:
Doa adalah saripati ibadah dan jembatan keheningan hamba dengan Sang Pencipta. Amalkanlah setiap untaian doa dan dzikir dengan hati yang ikhlas, penuh harap, serta berlandaskan tuntunan yang shahih.

Ruang Doa Islami (ruangdoaislami.com) hadir sebagai media edukasi dan sahabat spiritual untuk mengiringi ikhtiar Anda sehari-hari. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi wasilah ketenangan jiwa dan terkabulnya hajat di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawab.

Share:

Related Topics

Redaksi Doa

Tim Redaksi Ruang Doa Islami yang berdedikasi menyajikan panduan ibadah, untaian doa shahih, dzikir, serta edukasi keislaman yang menyejukkan dan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

Baca Juga