ruangdoaislami.com – Setiap manusia tentu memiliki harapan, impian, atau masalah hidup yang ingin segera ditemukan solusinya. Dalam ajaran Islam, selain mengandalkan usaha lahiriah atau ikhtiar, setiap muslim sangat dianjurkan untuk memohon kepada Allah SWT melalui jalur ibadah. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk menyampaikan keinginan tersebut adalah dengan menunaikan sholat hajat.
Mengenal Ibadah Sholat Hajat
Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan saat seseorang memiliki keperluan tertentu, baik yang berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat. Ibadah ini bersifat fleksibel karena dapat dilakukan kapan saja, selama tidak pada waktu-waktu yang diharamkan untuk sholat.
Landasan pelaksanaan sholat ini merujuk pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, di mana barang siapa yang menyempurnakan wudunya lalu mendirikan sholat dua rakaat secara sempurna, maka Allah akan mengabulkan permintaannya, baik secara cepat maupun lambat. Sholat hajat ini dikerjakan secara munfarid atau sendirian.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha: Niat, Doa Pembuka Rezeki, dan Keutamaannya
Waktu Paling Mustajab Pelaksanaan Sholat Hajat
Meskipun dapat dilakukan pada siang atau malam hari, para ulama menganjurkan waktu-waktu tertentu agar doa lebih berpeluang untuk dikabulkan:
- Sepertiga Malam Terakhir: Waktu paling utama karena pada saat ini Allah SWT turun ke langit dunia dan menjanjikan pengabulan doa bagi hamba-hamba-Nya yang memohon.
- Jumlah Rakaat: Minimal dikerjakan dua rakaat dan maksimal hingga dua belas rakaat, di mana setiap dua rakaat diakhiri dengan salam.
Niat dan Tata Cara Sholat Hajat
Niat merupakan rukun penting dalam memulai ibadah. Berikut adalah bacaan niat sholat hajat yang dapat dilafalkan di dalam hati:
Ushollii sunnatal haajati rok’aataini lillahi ta’ala
Baca Juga: Tata Cara Sholat Tahajud Lengkap: Niat, Doa, dan Waktu Mustajab
Artinya: “Aku niat sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Secara teknis, gerakan dan bacaan sholat hajat sama seperti sholat sunnah pada umumnya. Pada rakaat pertama disarankan membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.
Rangkaian Doa dan Dzikir Setelah Sholat Hajat
Setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca istighfar, serta sholawat Nabi. Berikut adalah bacaan doa khusus sholat hajat:
La ilaha illallahul halimul karim. Subhanallahi rabbil ‘arsyil ‘azhim. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. As’aluka mujibati rahmatik, wa ‘aza’ima maghfiratik, wal ghanimata min kulli birrin, was salamata min kulli itsmin. La tada’ li dzanban illa ghafartah, wa la hamman illa farrajtah, wa la hajatan hiya laka ridhan illa qadhaitaha ya arhamar rahimin.
Baca Juga: Perbedaan Bacaan Doa Qunut Subuh untuk Imam, Makmum, dan Sendiri
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku memohon kepada-mu rahmat yang mendatangkan ampunan-mu, kelimpahan dari segala kebaikan, dan keselamatan dari segala dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa pada diriku melainkan Engkau ampuni, tidak ada kesusahan melainkan Engkau berikan jalan keluar, dan tidak pula hajat yang Engkau ridhai melainkan Engkau kabulkan, wahai Zat Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Dengan menjalankan sholat hajat secara istiqomah dan penuh keyakinan, seorang muslim menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT setelah berusaha secara maksimal. Wallahu a’lam.







