Rabu, 30 September 2026 | 18 Rabi‘ul Akhir 1448 H
Portal Rujukan Doa, Dzikir & Panduan Ibadah Shahih

Panduan Amalan Malam Nuzulul Quran: Sejarah, Dalil, dan Amalan Utama

Redaksi Doa

ruangdoaislami.com – Memasuki pertengahan bulan Ramadan, umat Islam bersiap menyambut salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran. Malam tersebut merupakan waktu di mana Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk abadi bagi umat manusia. Peristiwa ini telah dijelaskan dalam berbagai dalil, baik melalui ayat-ayat suci Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad SAW, agar kita dapat memahami landasan sejarah serta meraih keutamaan di dalamnya secara maksimal.

Mengenal Makna Nuzulul Quran

Secara harfiah, Nuzulul Quran memiliki arti turunnya Al-Quran. Istilah ini merujuk pada peristiwa penurunan kitab suci secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke Baitul Izzah yang terletak di langit dunia. Setelah itu, wahyu Allah tersebut diturunkan secara berangsur-angsur kepada Rasulullah SAW melalui perantara Malaikat Jibril dalam kurun waktu sekitar 23 tahun. Proses penurunan yang bertahap ini berfungsi untuk menguatkan hati Rasulullah serta memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam pada masa itu.

Landasan Hadits Mengenai Nuzulul Quran

Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan Al-Quran karena pada bulan inilah komunikasi langit dan bumi terbuka melalui wahyu. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah RA, terdapat kebiasaan rutin antara Malaikat Jibril dan Rasulullah SAW setiap tahunnya.

أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ القُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعَرَضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي العَامِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ

Artinya adalah dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW setiap tahun sekali pada bulan Ramadan. Namun pada tahun wafatnya Rasulullah SAW, Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Quran kepada beliau sebanyak dua kali (HR Al-Bukhari).

Selain itu, dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas RA disebutkan bahwa interaksi ini terjadi setiap malam di bulan suci tersebut.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ . رواه البخاري

Artinya adalah dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadan dan selanjutnya Malaikat Jibril mengajarkan Al-Quran kepada beliau (HR Bukhari).

Mengenai tanggal pastinya, terdapat beberapa pendapat di kalangan ulama. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Watsilah bin Asqa’ dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani, Al-Quran disebut turun pada malam ke-25 Ramadan.

وَأُنْزِلَ الْقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Artinya adalah dan Al-Quran diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadan (HR Ahmad).

Para ahli tafsir memberikan dua penafsiran utama terhadap hadits ini. Penafsiran pertama menyebutkan bahwa Al-Quran turun pada malam ke-25 Ramadan. Penafsiran kedua menyatakan Al-Quran turun pada malam ke-24 Ramadan. Sementara itu, Allah SWT secara tegas menyebutkan keterkaitan Ramadan dengan Al-Quran dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya adalah bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda antara yang haq dan yang batil. Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir di tempat tinggalnya atau bukan musafir pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan lalu tidak berpuasa, maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkannya pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Perbedaan Waktu Terjadinya Nuzulul Quran

Terdapat pemahaman yang berkembang di masyarakat bahwa Nuzulul Quran diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Hal ini didasarkan pada peristiwa turunnya wahyu pertama yaitu Surah Al-Alaq ayat 1 sampai 5 di Gua Hira yang bertepatan dengan tanggal tersebut. Di sisi lain, Al-Quran juga dinyatakan turun pada malam Lailatul Qadar di akhir bulan Ramadan. Para ulama menjelaskan bahwa turunnya Al-Quran secara sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia terjadi pada Lailatul Qadar, sedangkan turunnya ayat pertama kepada Nabi Muhammad SAW terjadi pada 17 Ramadan.

Empat Amalan Utama di Malam Nuzulul Quran

Untuk meraih kemuliaan malam yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan mengisi waktu dengan berbagai amal saleh sebagai berikut:

  • Memperbanyak Membaca Al-Quran
    Dalam kitab Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menyebutkan sebuah riwayat mengenai perintah Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW untuk membaca Al-Quran dengan tartil dan memahami maknanya.وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن. وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام؛ وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء؛ وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية

    Artinya adalah telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril AS ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam.

  • Menghidupkan Malam dengan Salat Sunnah
    Melakukan salat malam atau Qiyamul Lail merupakan tanda kemuliaan seorang mukmin. Hal ini dipertegas dalam hadits riwayat Ath-Thabrani.جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ . ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ

    Artinya adalah Jibril AS datang menemui Nabi SAW, lalu berkata kepada beliau, “Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu namun ingatlah selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai namun ingatlah selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu namun ingatlah selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat”. Lalu dia berkata lagi, “Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia” (HR Ath-Thabrani).

  • Meningkatkan Intensitas Dzikir
    Dzikir merupakan sarana untuk selalu mengingat Allah SWT dan menenangkan jiwa. Keutamaan dzikir tertuang dalam Surah Al-Ankabut ayat 45.اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

    Artinya adalah sungguh, mengingat Allah atau dzikrullah itu lebih besar keutamaannya daripada ibadah yang lain. Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  • Melaksanakan Iktikaf di Masjid
    Bagi umat Islam yang memiliki waktu luang, berdiam diri di masjid atau iktikaf sangat dianjurkan. Selama iktikaf, seseorang dapat fokus beribadah tanpa gangguan urusan duniawi, mulai dari salat wajib, salat sunnah, hingga tadarus Al-Quran untuk menjemput rahmat Allah di malam yang istimewa ini.

Peringatan Nuzulul Quran sejatinya bukan sekadar seremonial sejarah tahunan, melainkan ajang muhasabah untuk menakar kembali sedekat apa interaksi kita dengan kitab suci Al-Qur’an. Menghidupkan malam yang agung ini dengan tilawah, qiyamul lail, dzikir, dan iktikaf menjadi langkah nyata dalam menjemput limpahan rahmat serta ampunan Allah SWT di bulan Ramadan. Mari jadikan momentum Nuzulul Quran sebagai titik tolak untuk tidak hanya fasih melafalkan ayat-ayat-Nya, tetapi juga mengamalkan setiap petunjuk dan hukumnya dalam kehidupan sehari-hari demi meraih derajat takwa yang hakiki.

Catatan & Pengingat Kebaikan:
Doa adalah saripati ibadah dan jembatan keheningan hamba dengan Sang Pencipta. Amalkanlah setiap untaian doa dan dzikir dengan hati yang ikhlas, penuh harap, serta berlandaskan tuntunan yang shahih.

Ruang Doa Islami (ruangdoaislami.com) hadir sebagai media edukasi dan sahabat spiritual untuk mengiringi ikhtiar Anda sehari-hari. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi wasilah ketenangan jiwa dan terkabulnya hajat di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawab.

Share:

Related Topics

Redaksi Doa

Tim Redaksi Ruang Doa Islami yang berdedikasi menyajikan panduan ibadah, untaian doa shahih, dzikir, serta edukasi keislaman yang menyejukkan dan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

Baca Juga