Jumat, 2 Oktober 2026 | 20 Rabi‘ul Akhir 1448 H
Portal Rujukan Doa, Dzikir & Panduan Ibadah Shahih

Doa dan Dzikir di 10 Hari Pertama Zulhijah: Bacaan dan Amalannya

Redaksi Doa

Doa dan Dzikir yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Zulhijah
Doa dan Dzikir yang Dianjurkan di 10 Hari Pertama Zulhijah

ruangdoaislami.com – Sepuluh hari pertama di bulan Zulhijah merupakan momentum yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Waktu ini dikenal memiliki kemuliaan yang agung, di mana setiap amal saleh yang dikerjakan akan mendapatkan perhatian dan kecintaan khusus dari Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat, hari-hari ini adalah saat-saat di mana ketaatan seorang hamba sangat dihargai.

Keutamaan 10 hari awal Zulhijah tidak hanya terletak pada pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci, tetapi juga terbuka bagi seluruh umat Muslim di mana pun mereka berada. Untuk mengisi waktu yang mulia ini, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak berbagai jenis ibadah, mulai dari dzikir, doa, hingga amalan fisik seperti puasa dan sedekah.

Pentingnya Memperbanyak Dzikir di Awal Zulhijah

Dzikir merupakan salah satu amalan paling ringan namun memiliki bobot pahala yang sangat besar, terutama jika dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Dalam buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, dijelaskan bahwa memperbanyak dzikir adalah anjuran utama saat memasuki bulan ini. Hal ini mencakup berbagai kalimat thayyibah yang berfungsi untuk mensucikan hati dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Dzikir-dzikir yang dianjurkan meliputi tahlil, tasbih, istigfar, tahmid, dan takbir. Aktivitas spiritual ini sebaiknya tidak hanya dilakukan setelah salat fardhu, tetapi juga dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari selama hari-hari istimewa tersebut. Melalui dzikir, seorang hamba mengakui keagungan Allah dan menyatakan rasa syukurnya atas segala nikmat yang telah diberikan.

Miftah Fauzi dalam karyanya Memburu Syurga di Bulan Istimewa juga menekankan bahwa zikir dengan melantunkan kalimat-kalimat baik merupakan cara terbaik untuk menghidupkan suasana spiritual di awal Zulhijah. Berikut adalah rincian bacaan dzikir yang dapat diamalkan:

1. Bacaan Takbir

Takbir dilakukan untuk mengagungkan kebesaran Allah SWT. Kalimat ini mengingatkan manusia bahwa tidak ada yang lebih besar dan lebih berkuasa di alam semesta ini selain Dia.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar

Baca Juga: Keutamaan Hari Jumat: Waktu Mustajab Berdoa dan Kumpulan Doa Harian

Artinya: “Allah Maha Besar.”

2. Bacaan Tahmid

Tahmid adalah bentuk syukur seorang hamba atas segala karunia yang tak terhitung jumlahnya. Membaca tahmid di awal Zulhijah membantu kita tetap rendah hati dan menyadari ketergantungan kita pada rahmat Allah.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

Alhamdulillāh

Artinya: “Segala puji bagi Allah.”

3. Bacaan Tahlil

Tahlil adalah kalimat tauhid yang menjadi pondasi keimanan seorang Muslim. Mengucapkan tahlil berarti menegaskan kembali komitmen kita dalam beribadah hanya kepada Allah SWT.

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ

Lā ilāha illallāh

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah.”

Doa Saat Memasuki Bulan Zulhijah

Selain dzikir singkat, terdapat pula doa yang dipanjatkan untuk memohon ampunan atas segala kekhilafan di masa lalu dan harapan untuk masa depan. Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun oleh Ustadz Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, disebutkan bahwa doa akhir tahun juga relevan dibaca saat masa transisi menuju bulan Zulhijah ini sebagai bentuk evaluasi diri.

Baca Juga: Panduan Doa Awal dan Akhir Tahun Hijriyah: Bacaan Arab, Latin, Terjemahan, dan Waktu Membacanya

Berikut adalah bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak tiga kali:

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلَمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ. فَإِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِي وَمَا عَمِلْتُ فِيهَا مِمَّا تَرْضَهُ وَوَعَدْ تَنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَاسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا كَرِيمُ يَا ذَالْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ أَنْ تَتَقَبَّلَهُ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيمُ. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam. Allâhumma mâ ‘amiltu fî hâdzihis sanati mimmâ nahaitanî ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta ‘alayya ba’da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî wa da’autanî ilat taubati minhu ba’da jur’atî ‘alâ ma’shiyatika. Fa innî astaghfiruka faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhahu wa wa’adtanî ‘alaihits tsawâba fas’alukallâhumma yâ karîmu yâ dzal jalâli wal ikrâmi an tataqabbalahu minnî wa lâ taqtha’ rajâ’î minka yâ karîm. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah aku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang aku belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu) kepadaku padahal Engkau berkuasa memberikan siksaan kepadaku, dan Engkau telah menyeru kepadaku untuk bertaubat sesudah aku berani berbuat maksiat kepada-Mu. Maka sesungguhnya aku memohon ampunan-Mu, ampunilah aku. Dan segala apa yang telah aku kerjakan di dalam tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan pahala kepadaku, maka aku memohon kepada-Mu, Ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, agar Engkau menerimanya dariku dan janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan atas junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.”

Amalan Fisik dan Ibadah Sosial di Bulan Zulhijah

Selain ibadah lisan berupa doa dan dzikir, umat Islam juga didorong untuk melakukan amalan nyata yang berdampak pada diri sendiri maupun masyarakat luas.

1. Puasa Sunnah Sembilan Hari Pertama

Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah mulai dari tanggal 1 hingga 9 Zulhijah. Berdasarkan buku Sehat ala Rasulullah karya Muyassaroh, amalan ini merujuk pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang sering menghidupkan hari-hari mulia dengan berpuasa.

Puasa ini merupakan cara untuk membersihkan jiwa dan melatih kesabaran. Selain puasa harian di awal bulan, terdapat pula penekanan pada puasa di hari-hari tertentu yang memiliki nilai pahala sangat besar.

2. Puasa Arafah (9 Zulhijah)

Puasa Arafah adalah puncak dari amalan puasa di bulan Zulhijah, yang dilaksanakan tepat satu hari sebelum Idul Adha. Daeng Naja dalam buku Hidup bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa puasa ini memiliki keutamaan luar biasa, yaitu dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Namun, perlu dicatat bahwa puasa Arafah hanya dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi jamaah haji yang sedang berada di Padang Arafah, mereka disunnahkan untuk tidak berpuasa agar memiliki kekuatan fisik dalam menjalankan rangkaian ibadah wukuf.

3. Memperbanyak Sedekah

Sedekah adalah ibadah yang menunjukkan kepedulian sosial. Meskipun sedekah baik dilakukan kapan saja, namun melakukannya di 10 hari pertama Zulhijah memberikan keberkahan yang berlipat ganda. M. Wildan Auliya dalam buku Jum’ah Berkah menyebutkan bahwa waktu-waktu utama seperti ini harus dimanfaatkan untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Baca Juga: Panduan Amalan Malam Nuzulul Quran: Sejarah, Dalil, dan Amalan Utama

Zakariyya Al-Anshari juga menegaskan pentingnya kedermawanan pada periode ini, serupa dengan semangat kedermawanan di bulan Ramadan. Beliau menyatakan:

وَنَتَأَكَدُ الصَّدَقَةُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ، وَالصَّدَقَةُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْهَا فِيمَا يَأْتِي لِخَبَرِ الصَّحِيحَيْنِ أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ، وَلِأَنَّهُ أَفْضَلُ الشُّهُورِ، وَلِأَنَّ النَّاسَ فِيهِ مَشْغُولُونَ بِالطَّاعَةِ فَلَا يَتَفَرَّغُونَ لِمَكَاسِبِهِمْ فَتَكُونُ الْحَاجَةُ فِيهِ أَشَدَّ، وَفِي سَائِرِ الْأَوْقَاتِ الْفَاضِلَةِ كَعَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ وَأَيَّامِ الْعِيدِ لِفَضِيلَتِهَا

Artinya: “Dan menjadi kukuh anjuran bersedekah di bulan Ramadan… Demikian pula dianjurkan memperbanyak sedekah pada waktu-waktu utama lainnya seperti 10 hari pertama bulan Zulhijah dan hari raya karena hari-hari tersebut memiliki keutamaan.”

4. Ibadah Haji dan Umrah

Bagi mereka yang memiliki kemampuan secara fisik dan finansial, melaksanakan ibadah haji adalah kewajiban sekali seumur hidup yang dilakukan pada bulan ini. Berkumpulnya jutaan manusia di Tanah Suci merupakan simbol persatuan umat Islam dalam ketundukan total kepada Allah SWT. Selain haji, ibadah umrah juga sangat dianjurkan bagi yang mampu melaksanakannya.

5. Menyembelih Hewan Kurban

Sebagai bentuk keteladanan terhadap ketaatan Nabi Ibrahim AS, umat Islam yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban setelah salat Idul Adha hingga hari tasyrik berakhir. Kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, tetapi merupakan manifestasi dari rasa ikhlas dan kepedulian terhadap sesama melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dengan mengamalkan doa, dzikir, dan berbagai ibadah lainnya di sepuluh hari pertama Zulhijah, diharapkan kualitas spiritual seorang Muslim dapat meningkat. Momentum ini menjadi pengingat bagi setiap individu untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat ikatan ketaatan kepada Sang Pencipta dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan & Pengingat Kebaikan:
Doa adalah saripati ibadah dan jembatan keheningan hamba dengan Sang Pencipta. Amalkanlah setiap untaian doa dan dzikir dengan hati yang ikhlas, penuh harap, serta berlandaskan tuntunan yang shahih.

Ruang Doa Islami (ruangdoaislami.com) hadir sebagai media edukasi dan sahabat spiritual untuk mengiringi ikhtiar Anda sehari-hari. Semoga setiap doa yang dipanjatkan menjadi wasilah ketenangan jiwa dan terkabulnya hajat di sisi Allah SWT. Wallahu a’lam bish-shawab.

Share:

Related Topics

Redaksi Doa

Tim Redaksi Ruang Doa Islami yang berdedikasi menyajikan panduan ibadah, untaian doa shahih, dzikir, serta edukasi keislaman yang menyejukkan dan berlandaskan Al-Quran dan Sunnah.

Baca Juga